Halo teman-teman, saya mau berbagi pangalaman saya ketika
saya masih kelas 3 sekolah dasar. Selamat membaca dan tolong comment ya…
Kejadian ini terjadi ketika ayah saya pergi ke luar kota
karena urusan pekerjaan, hanya ada saya, ibu, kakak, dan abang saya. Waktu itu
ibu saya sedang menyetrika baju sampai larut malam sedangkan saya sudah tidur
di dalam kamar, setelah selesai menyetrika ibu saya pergi ke kamar saya lalu
mengunci pintu dan tidur.
Beberapa jam kemudian tiba-tiba gagang pintu kamar saya
bergerak-gerak memaksa mau masuk, mendengar bunyinya ibu saya langsung
terbangun namun saya masih tidur dengan lelap.Hari menunjukkan pukul dua dini
hari. Dengan rasa terkejut bercampur penasaran ibu saya dengan seksama
mendengarkan suara di luar, terdengar suara langkah kaki. Suara langkah kaki
itu terdengar berjalan ke ruangan sebelah, membuka laci lalu berjalan lagi ke
luar lalu menaiki tangga menuju lantai dua dimana abang dan kakak saya sedang
tidur di kamarnya masing-masing.
Kemudian langsung terpikir di benak ibu saya bahwa orang
yang memiliki langkah kaki itu adalah maling. Dalam seketika ibu saya membuka
pintu kamar lalu keluar dan berteriak “Uni! Agung! Jangan buka pintu! Ada
maling!!!”, lalu dengan cepat kembali ke kamar lalu mengunci pintu. Lalu ibu
saya mencari handphone-nya untuk menelepon ayah namun sialnya handphone itu
tertinggal di meja setrika. Tetapi ibu saya menemukan sebuah handphone di dekat
bantal saya dan langsung mengambilnya. Setelah mencoba menghidupkannya ternyata
handphone itu memerlukan password untuk mengaktifkannya dan hanya sayalah yang
tahu passwordnya.
Ibu saya mencoba membangunkan saya tapi saya tidak juga
bangun, kemudian ibu saya mencubit saya. Saya terkejut lalu terbangun, melihat
wajah ibu saya yang cemas sambil memegang handphone saya dan menyuruh saya
untuk memasukkan password handphone tersebut. Setelah handphone itu aktif ibu
saya langsung menelepon ayah, setelah beberapa saat ayah saya mengangkat telepon.
Kemudian ibu saya memberitahu bahwa ada maling masuk ke rumah, lalu ayah saya
menyuruh ibu untuk berteriak ke arah jendela untuk memanggil bantuan. Lalu ibu
saya berteriak “Tolong!Tolong!Ada maling!!!” berulang kali selama kira-kira 15
menit, saya yang sudah tahu bahwa ada maling masuk ke rumah berdoa dalam hati
agar ada pertolongan datang.
Setelah beberapa saat terdengar suara tetangga datang,
mereka membawa parang,sabit dan senter. Sebagian masuk ke gang samping rumah
untuk menangkap maling tersebut. Ibu saya kemudian membuka pintu rumah setelah
merasa situasi aman. Para tetangga masuk ke rumah lalu kami semua mendapati
bahwa maling itu sudah kabur, ternyata maling itu masuk dan keluar dari jendela
dapur kami. Terlihat bahwa jendela kami dibongkar dan kacanya terletak di atas
meja dapur. Maling itu masuk melewati pintu belakang rumah kami yang terhubung dengan
tebing yang dibawahnya ada ngarai.
Barang-barang yang dicuri berupa pecahan uang lima ribuan yang
jumlahnya kurang dari 100.000 dan handphone milik ibu saya. Ibu saya tidak mau
melaporkan ke polisi karena kerugian yang ditimbulkan tidak terlalu besar dan
alhamdulillah tidak ada korban luka. Sejak hari itu rumah saya dikawal oleh om
saya dan beberapa kerabat ikut menemani kami di rumah. Dan sampai sekarang kami
pun masih belum mengetahui siapa maling tersebut, namun diperkirakan orang itu
tinggal di sekitar rumah kami karena dia mengetahui jalan belakang ke tebing
yang berhubungan dengan pintu belakang rumah saya.
Sekian pengalaman dari saya, tolong di-comment ya teman-teman. Terima kasih…
