Selasa, 04 Desember 2012


Halo teman-teman, saya mau berbagi pangalaman saya ketika saya masih kelas 3 sekolah dasar. Selamat membaca dan tolong comment ya…

Kejadian ini terjadi ketika ayah saya pergi ke luar kota karena urusan pekerjaan, hanya ada saya, ibu, kakak, dan abang saya. Waktu itu ibu saya sedang menyetrika baju sampai larut malam sedangkan saya sudah tidur di dalam kamar, setelah selesai menyetrika ibu saya pergi ke kamar saya lalu mengunci pintu dan tidur.

Beberapa jam kemudian tiba-tiba gagang pintu kamar saya bergerak-gerak memaksa mau masuk, mendengar bunyinya ibu saya langsung terbangun namun saya masih tidur dengan lelap.Hari menunjukkan pukul dua dini hari. Dengan rasa terkejut bercampur penasaran ibu saya dengan seksama mendengarkan suara di luar, terdengar suara langkah kaki. Suara langkah kaki itu terdengar berjalan ke ruangan sebelah, membuka laci lalu berjalan lagi ke luar lalu menaiki tangga menuju lantai dua dimana abang dan kakak saya sedang tidur di kamarnya masing-masing.

Kemudian langsung terpikir di benak ibu saya bahwa orang yang memiliki langkah kaki itu adalah maling. Dalam seketika ibu saya membuka pintu kamar lalu keluar dan berteriak “Uni! Agung! Jangan buka pintu! Ada maling!!!”, lalu dengan cepat kembali ke kamar lalu mengunci pintu. Lalu ibu saya mencari handphone-nya untuk menelepon ayah namun sialnya handphone itu tertinggal di meja setrika. Tetapi ibu saya menemukan sebuah handphone di dekat bantal saya dan langsung mengambilnya. Setelah mencoba menghidupkannya ternyata handphone itu memerlukan password untuk mengaktifkannya dan hanya sayalah yang tahu passwordnya.

Ibu saya mencoba membangunkan saya tapi saya tidak juga bangun, kemudian ibu saya mencubit saya. Saya terkejut lalu terbangun, melihat wajah ibu saya yang cemas sambil memegang handphone saya dan menyuruh saya untuk memasukkan password handphone tersebut. Setelah handphone itu aktif ibu saya langsung menelepon ayah, setelah beberapa saat ayah saya mengangkat telepon. Kemudian ibu saya memberitahu bahwa ada maling masuk ke rumah, lalu ayah saya menyuruh ibu untuk berteriak ke arah jendela untuk memanggil bantuan. Lalu ibu saya berteriak “Tolong!Tolong!Ada maling!!!” berulang kali selama kira-kira 15 menit, saya yang sudah tahu bahwa ada maling masuk ke rumah berdoa dalam hati agar ada pertolongan datang.

Setelah beberapa saat terdengar suara tetangga datang, mereka membawa parang,sabit dan senter. Sebagian masuk ke gang samping rumah untuk menangkap maling tersebut. Ibu saya kemudian membuka pintu rumah setelah merasa situasi aman. Para tetangga masuk ke rumah lalu kami semua mendapati bahwa maling itu sudah kabur, ternyata maling itu masuk dan keluar dari jendela dapur kami. Terlihat bahwa jendela kami dibongkar dan kacanya terletak di atas meja dapur. Maling itu masuk melewati pintu belakang rumah kami yang terhubung dengan tebing yang dibawahnya ada ngarai.

Barang-barang yang dicuri berupa pecahan uang lima ribuan yang jumlahnya kurang dari 100.000 dan handphone milik ibu saya. Ibu saya tidak mau melaporkan ke polisi karena kerugian yang ditimbulkan tidak terlalu besar dan alhamdulillah tidak ada korban luka. Sejak hari itu rumah saya dikawal oleh om saya dan beberapa kerabat ikut menemani kami di rumah. Dan sampai sekarang kami pun masih belum mengetahui siapa maling tersebut, namun diperkirakan orang itu tinggal di sekitar rumah kami karena dia mengetahui jalan belakang ke tebing yang berhubungan dengan pintu belakang rumah saya.
Sekian pengalaman dari saya, tolong di-comment  ya teman-teman. Terima kasih…

Minggu, 11 November 2012

Baiklah kali ini saya akan memperkenalkan kota kelahiran saya yaitu kota Bukittinggi,
 
Bukittinggi is one city in the province of West Sumatra, Indonesia. The city was once the capital of Indonesia during the Emergency Government of the Republic of Indonesia.

Bukittinggi formerly known as Fort de Kock and was once dubbed as Parijs van Sumatra besides city of Medan. The city is the birthplace of some of the founders of the Republic of Indonesia, among them Mohammad Hatta and Assaat each is proclaimed and the acting president of the Republic of Indonesia.

Aside from being a city of struggle, Bukittinggi is also known as a tourist city air is cool, and siblings (sister city) with Seremban in Negeri Sembilan, Malaysia. The whole area is directly adjacent to the city of Agam regency. Visited tourist spot is the Clock Tower(Jam Gadang), which is a similar to Big Ben clock tower located in the heart of the city as well as a symbol for the city that is on the edge of a valley called Canyon Sianok.


Bukittinggi city is located on the Bukit Barisan range stretching along the island of Sumatra, and is surrounded by two volcanic mountain that is Mount Singgalang and Marapi. The city is at an altitude of 909-941 meters above sea level, and has enough cool air temperatures ranged from 16.1-24.9 ° C. While the total area of ​​the city of Bukittinggi region currently (25.24 km ²), 82.8% were allocated into land for cultivation, while the rest is protected forest.

The town has a hilly topography and valleys, some hills are scattered in urban areas, among Ambacang Hill, Tambun Tulang Hill, MANDIANGIN Hill, Campago Hill, Kubangankabau Hill, Pinang Nan Sabatang Hill, Canggang Hill, Paninjauan Hill and others. While there are well known valley Sianok Canyon with depths varying between 75-110 m, which in essence flows a river called the Batang Masang.

Minggu, 04 November 2012

Assalamuailakum wr wb.
Saya ingin mmperkenalkan sekolah saya. Saya bersekolah di SMAN 1 BUKITTINGGI yang merupakan sekolah RSBI(Rintisan Sekolah Berbasis Internasional) berlokasi di provinsi Sumatera Barat yaitu di kota Bukittinggi.SMA Negeri 1 Bukittinggi lahir dari pecahan SMA Negeri ABC Bukittinggi yang berlokasi di Birugo (SMA Negeri 2 Bukittinggi sekarang) pada tahun 1957. Pada awalnya SMA ini dikenal dengan SMA Negeri 1B dan pada tahun 1959 lokasinya dipindahkan ke lokasi yang ada sekarang yaitu jalan Syekh M Jamil Jambek No. 36 (Landbouw) Bukittinggi. Gedung induk SMA Negeri 1 Bukittinggi yang mulai dibangun tahun 1957 dan selesai tahun 1959 merupakan bantuan Pemerintah, mengingat Bukittinggi adalah pusat atau ibukota propinsi Sumatera Tengah. Berikut info penting mengenai sekolah saya :
Alamat     : JL. Syekh M Djamil Djambek No. 36 Bukittinggi
Telp./Fax  :  0752 22549/0752 626202
Website    : www.sman1bukittinggi.sch.id
E-mail      : smansalandbouw@yahoo.co.id